Khazzanah Tour Travel Umrah dan Haji Plus : Informasi Harga Umrah, Haji, Tour Muslim, Promo Umrah 2019 Hanya Rp. 20 Jutaan ( All In )

Fast Respon: Rupianti , Julaiha
Alamat Kantor Pusat Khazzanah Tour: Jl. Otista Raya No. 46B Cawang - Jakarta Timur 13330

Tempat-tempat Mustajab Doa Diijabah di Masjidil Haram


Tempat-tempat Mustajab Doa Diijabah Saat Umrah


Berdoa merupakan salah satu kebutuhan manusia terhadap tuhannya, sebagaimana Alquran menyebutkan, Allah sangatlah senang kepada hambaNya yang selalu berdoa dan meminta apapun kepada-Nya dan Allah SWT sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba–hambaNya

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina ” (QS. Ghaafir: 60).

Namun demikian, saat Anda menjadi tamu Allah pertama kali menginjak Tanah suci Makkah yang merupakan tempat teristimewa untuk berdoa. Terutama di Masjidil Haram, inilah di mana tempat Anda hanya akan senantiasa memanjatkan doa, permohonan dan perkabulan kepada Allah SWT lebih dekat.
Umat muslim dunia menjadikan haji dan umrah sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan juga untuk berdoa. Disarankan hendaknya bersungguh-sungguh berdoa di tempat-tempat yang diyakini Allah SWT tidak akan menolak doa umatnya tersebut.
Area di sekitar Masjidil Haram adalah dianggap mustajab, yaitu doa-doa akan dikabulkan Allah. Namun ada beberapa bagian Masjidil Haram yang diutamakan.

Berikut tempat-tempat paling mustajab untuk berdoa saat di Masjidil Haram

1. Multazam

Multazam, terletak diantara sudut Hajar Aswad dan pintu Kakbah. Multazam merupakan tempat paling utama, paling jadi rebutan jamaah umrah dan haji usai tawaf untuk berdoa. Cucurkanlah air mata seraya memohon ampunan kepada Allah SWT. Jika memungkinkan, pegang pintu Kakbah. Minta segala kebaikan dan kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi.

Tempat ini diyakini para ulama sebagai tempat mustajab untuk berdoa di sekitar Ka'bah.Sebagaimana sesuai hadist Rasulullah SAW bersabda:
Multazam adalah tempat dikabulkan doa. Tak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, tak heran saat haji maupun umrah di sekitar multazam orang lebih berdesak-desakan hanya untuk berdoa.

2. Hajar Aswad

Barangkali setiap muslim tahu Hajar Aswad, yaitu batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga. Orang yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim. Hajar Aswad dijadikan pondasi Kakbah saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapat perintah dari Allah.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa):” Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui. “ (QS Al Baqarah : 127).

Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, karena Beliau menciumnya selesai tawaf.

3. Hijir Ismail

Di bawah Mizab (pancuran Kakbah). Talang air ini terletak di arah Hijir Ismail. Pancuran ini belum ada di zaman Nabi Ibrahim as. Talang ini dibuat suku Quraisy bersamaan dengan dibuatnya atap Kakbah. Di bagian depannya tertulis lafal Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim, sedangkan pada sisi kirinya tertulis kalimat dalam bahasa Arab yang artinya, ‘talang ini diperbaharui pelayan dua tanah suci, Fahd bin Abdul aziz Al Sa’ud, Raja Arab Saudi’. Usai berthawaf, jemaah haji atau umrah biasanya menyempatkan diri berlama-lama memanjatkan doa di sini.

Ditempat ini sering dipakai jamaah haji maupun umrah untuk melakukan salat sunnah karena diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Hijir Ismail ini dahulu adalah fondasi rumah keluarga Nabi Ibrahim dan tempat berteduh sewaktu membangun Ka’bah. Hijr Ismail juga dianggap bagian dari Ka'bah karena dahulu luas Ka'bah hingga batas Hijr Ismail. Namun, karena sifat kikir kaum Quraisy, Ka'bah pun dipugar menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, Hijr Ismail dimasukkan dalam bagian Ka'bah.

4. Rukun Yamani

Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Makkah) Rukun adalah sandi atau tiang, yakni 4 sudut Kakbah yang diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami, dan Rukun Yamani. Rukun Aswad dikenal dengan Hajar Aswad merupakan posisi “batu hitam” yang menurut sebagian riwayat adalah batu dari yang menggantung setinggi 1,5 meter dari atas tanah. Saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapat perintah dari Allah untuk meninggikan pondasi Kakbah, Hajar Aswad dijadikan salah satu fondasi.

5. Belakang Makam Ibrahim

Di belakang Makam Ibrahim. Jika berhaji atau umrah, sesudah melaksanakan thawaf tujuh putaran dan berdoa sejenak di Multazam, umat Islam disunatkan salat di belakang makam Ibrahim. Makam Ibrahim sendiri lokasinya masih di dekat Ka’bah, tidak jauh dari Multazam. Makam Ibrahim adalah tempat bekas berdirinya Nabi Ibrahim AS tatkala membangun Kakbah terbuat dari batu.

Letak makam Ibrahim ini berhadapan dengan Pintu Kakbah. Kini batu tersebut disimpan dalam bangunan kristal berkrangka besi dan tertutup kaca tebal. Di sekitar makam Ibrahim inilah orang melakukan salat sunnah ketika telah selesai tawaf.

Karena keistimewaan makam ini di sebutkan Allah dalam QS Al Baqarah: 125

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah), tempat berkumpul bagi manusia, dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’, dan yang sujud. “


6. Shafa dan Marwah

Pada saat Sa'i, tempat istimewa untuk berdoa adalah Bukit Shafa dan Marwa. Ini bukit bersejarah dimana Siti Hajar mencari air untuk bayinya, Nabi Ismail. Mereka berlari-lari kecil dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwa dan sebaliknya. Bukit Shafa dan Bukit Marwa pun menjadi favorit jamaah haji dan umrah untuk berdoa.

Bukit Shafa dan Marwah merupakan saksi sejarah bagi umat Islam, masih dalam sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Demikian, bukit Shafa dan Marwah termasuk bagian dari bangunan Masjidil Haram dan menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah haji dan umrah, yakni Sa'i.

Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah SAW pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu Beliau mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang ia kehendaki. (HR. An Nasa’i).

Demikianlah artikel tentang Tempat-tempat Mustajab Doa Diijabah di Masjidil Haram kami susun, semoga kita semua dapat memanjatkan doa-doa terbaik saat berada di Masjidil Haram Mekkah Al Mukaramah
0 Komentar untuk "Tempat-tempat Mustajab Doa Diijabah di Masjidil Haram"

Back To Top